SERAGAM BATIK UNTUK KELUARGA

Seragam batik keluarga besar - Saat ini dengan mudahnya kita bertemu dengan orang yang berpakaian batik. Bahkan sering berpapasan dengan rombongan kecil ber-seragam batik. Bukan hanya seragam batik bermotif -yang paling kita kenal- KORPRI. Hal ini tidak terlepas dengan sifat manusia sebagai mahkluk sosial yang senang berkumpul namun untuk diakui eksistensinya oleh orang/kelompok lain. Momen/peristiwa yang “mengharuskan” kita untuk  memakai batik ataupun seragam batik antara lain, foto keluarga, pesta pernikahan keluarga besar, lebaran (seragam batik per keluarga), “diwajibkan” oleh kantor, memenuhi undangan pernikahan dan masih banyak peristiwa lainnya. Dengan banyaknya momen tersebut, tidak heran jika tiap hari kita memakai batik ataupun harus berseragam batik. Atau setidaknya kita berpapasan/bertemu dengan orang yang berbatik. Suka maupun tidak, selama masih berada di Indonesia. Mungkin hanya tidur saja kita tidak bertemu batik. Eeit... belum tentu. Lihat seprei  alas tidur kita, bisa jadi mempunyai motif batik. Atau baju tidur kita. Jangan jangan piyama atau dasternya batik juga. Batik lagi...batik lagi..

Kembali ke awal lagi. Sekedar menyegarkan ingatan dan menambah informasi, apa sih Batik itu. Dari berbagai sumber, batik adalah kain/tekstil bergambar atau bermotif (maksudnya tidak polos) yang pembuatannya dilakukan dengan teknik khusus dengan menuliskan, menggambarkan atau menerakan “malam” (lilin) pada kain itu, kemudian diolah dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan. Dari definisi tersebut ada tiga “kata kunci” yang berhubungan dengan batik. Yaitu kain/tekstil, motif, teknik khusus.

Disini tidak akan dibahas per masing masing kata kunci tersebut secara detil, namun tetap dihubungkan dengan urusan perbatikan.  Dimulai terlebih dahulu dengan motif. Motif batik yang sudah dikenal antara lain motif parang, kawung, sidomukti, truntum, mega mendung dan lain lain sering kita jumpai. Atau mungkin malah kita punya juga. Silakan cek di lemari pakai masing-masing. Bisa juga merupakan seragam batik pas saat foto keluarga, atau pas lebaran tahun kemarin. Namun saat ini sering kita jumpai baju batik yang motifnya “diluar pakem” diatas. Nyatanya dijual di toko batik. Nyatanya kadang dipakai pada hari batik di kantor. Ada juga yang jadi seragam batik keluarga. Inilah salah satu uniknya batik sekarang. Dunia berkembang. Saling interaksi terjadi. Mempengaruhi motif-motif batik. Ada yang masih berakar dari “batik pakem kraton” diatas, dengan segala modifikasinya. Namun banyak pula motif motif baru yang tidak ada hubungannya. Pernah lihat baju batik gambar Lawang Sewu (bangunan ikon Semarang), batik seragam berlogo perusahaan atau malah batik dengan logo Vespa misalnya, yang dipakai sebagai seragam batik komunitas?... By the way.. apakah masih bisa disebut motif batik?  Kenapa tidak. Asal memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku (kayak diskon saja). Mungkin motif tersebut tidak termasuk batik jika hanya berdiri sendiri (seperti seragam paddock crew). Namun jika sudah dikombinasikan dengan corak batik, meskipun bukan corak batik pakem, dan tidak mendominasi ukuran, apa salahnya kalau kita sebut batik corak vespa,batik corak lawang sewu. Atau mungkin buat motif sendiri, motif Bambang, motif Agus misalnya.. why not. Nggak ada yang dirugikan haha. Toh juga sekarang banyak orang memakai batik dengan motif “tabrakan”. Dalam arti mengandung parang dan kawung atau lain lainnya.


seragam-batik-keluarga-untuk-lebaran-1
Batik motif parang (warisan kraton)
 

seragam-batik-keluarga-untuk-lebaran
Batik motif lawang sewu (batik modern)


Selanjutnya, tentang teknik khusus pembuatan batik. Sudah jamak diketahui bahwa proses pembuatan batik menggunakan “malam” (lilin/wax) untuk membuat coraknya. Dengan alat berupa canting untuk menuangkan malam cair sebagai cetakan (mal) corak motif. Ini dilakukan oleh orang yang sudah ahli dan biasanya sudah diwariskan secara turun temurun.  Ini yang disebut batik tulis. Semakin “njlimet” motifnya semakin sulit proses pembatikannya dan semakin pakar pembatiknya serta semakin lama pembuatannya. Namun, sekali lagi, seiring dengan kemajuan teknologi dan semakin banyaknya kebutuhan akan kain batik proses pembatikan mengalami perkembangan. Saat ini dikenal dengan istilah batik cap. Fungsi alat canting digantikan dengan cap sehingga mempercepat proses pembuatan mal dengan malam. Dengan alat ini, kain batik dapat dibuat secara massal. Memang mungkin mengurangi “ke-adiluhung-an” batik. Tapi sama sekali no-problemo. Toh pasar juga berhak memilih. Ana rega, ana rupa. Ada harga, ada jenis. Secara harga pasti jauh dibawah harga batik tulis. Tapi tetap keren bro.. Untuk batik tulis dan batik cap ini pada dasarnya mempunyai proses yang sama. Yaitu dengan malam sebagai pembentuk motif. Teknik selanjutnya lebih modern. Dengan teknik cetak/printing. Ini lebih cepat dan massal lagi. Untuk teknik ini sudah tidak menggunakan malam lagi sebagai media pembentuk motif. Sudah seperti cetak offset ataupun sablon dengan kain sebagai media tujuan cetaknya. Nah, untuk cara pembuatan dengan teknik ini, bolehlah kita menyebut dengan “batik palsu”, jika merunut definisi batik diatas dimana batik adalah paduan dari motif dan proses, dimana proses yang dimaksud adalah proses dengan malam. Tapi apakah dilarang. Ya nggak lah. Sekali lagi, pasar boleh memilih. Dan semuanya adalah batik (meskipun dengan derajat yang berbeda). Memang ada kepuasan tersendiri jika pakaian batik kita adalah batik tulis. Derajat tertinggi kain batik kalau diibaratkan.
 

seragam-batik-keluarga-untuk-lebaran
Batik tulis – batik derajat tertinggi


 seragam-batik-keluarga-untuk-lebaran
Batik cap – masih batik “asli”

 seragam-batik-keluarga-untuk-lebaran
Batik printing (UMKM)

Kata kunci yang terakhir dari definisi batik adalah kain/tekstil. Kain ini merupakan media penuangan dari motif dan proses batik. Dan dari hasil alkhirnya, kain batik dibuat sebagai kemeja, blouse, daster, seprei, home decor dan sebagainya. Tetapi ternyata, saat ini, media penuangan batik tidak hanya kain. Karena motif batik sudah menjadi kebudayaan, media menjadi melebar kemana-mana. Di Bantul (D.I Yogyakarta), terdapat kerajinan kayu batik. Bahkan wayang kulit –sejak dulu- sudah menjadi media motif batik. Keramik lantai juga saat ini ada yang bermotif batik. Bahkan ada juga pesawat terbang. Batik Air hahaha. Itu semua disebakan karena batik telah mendunia. Batik ada dimana-mana.

seragam-batik-keluarga-untuk-lebaran
Wayang kulit sebagai media batik
 

seragam-batik-keluarga-untuk-lebaran
Pesawat berbatik
 

seragam-batik-keluarga-untuk-lebaran
Keramik bermotif batik


Dari sekelumit tulisan tersebut, sudah sepantasnyalah PBB pada tahun 2 Oktober 2009 memberikan penghargaan bagi Indonesia dengan menetapkan batik sebagai warisan non bendawi (Representatif List of The Intangible Cultural Heritage of Humanity). Penghargaan itu karena kita semua dapat memelihara adibudaya batik. Dengan segala cara dan improvisasi masing-masing.
Nah, dunia saja mengakui. Mari kita berbatik. Mari kita berseragam batik. Dalam segala moment, batik selalu tepat. Seragam batik lebaran, seragam batik keluarga, seragam batik perusahaan. Seprei batik, keramik dan lain lain.. mari (kembali ke istilah “ORBA”), membatikkan masyarakat dan memasyarakatkan batik.

seragam-batik-keluarga-untuk-lebaran